Sperma yang abnormal

Morfologi sperma normal dan abnormal dapat diketahui dari hasil analisa sperma yang dilakukan dilaboratorium. Morfologi atau bentuk sperma bisa menyulitkan sperma untuk membuahi sel telur.
Morfologi Sperma Normal dan Abnormal
ilustrasi Morfologi Sperma Normal

Kelainan bentuk atau morfologi sperma ada beberapa tipe yang di klasifikasikan dalam 3 kelompok yaitu:

  • 1. Kelainan bentuk atau morfologi abnormal pada kepala (head)
  • 2. Kelainan bentuk atau morfologi abnormal pada badan (midpiece)
  • 3. Kelainan bentuk atau morfologi abnormal pada ekor (tail)

  • klik disini untuk bertanya kepada Dokter!


    Kenapa morfologi abnormal pada sperma mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seorang pria? Sebab pada dasarnya ke tiga bagian sperma diatas yaitu kepala, badan dan ekor memiliki fungsi masing masing yang berperan dalam terjadinya proses pembuahan atau fertilisasi. Seperti apakah fungsinya :

    Fungsi bagian-bagian spermatozoa

    1. Bagian kepala sperma atau Head ini memiliki inti sel tebal dengan sedikit sitoplasma dan dislubungi selubung tebal yang didalamnya mengandung 23 kromosom dari sel genetik ayah. Selubung tebal yang menyelimuti inti sel kepala sperma ini dinamakan acrosom. Accrosom ini memiliki peran sebagai pelindung dan menghasilkan enzime. Enzim dalam akrosom sperma ini berperan penting dalam terjadinya pembuahan (enzim hilauronidase dan enzim akrosin). Fungsi enzim ini untuk memudahkan sperma menembus sel telur. Hialuronidase adalah enzim yang berfungsi untuk melarutkan hialuronid pada korona radiata sel telur, sehingga spermatozooa dapat menembus dan membuahi sel telur. Sementara enzim akrosin merupakan enzim protease yang dapat menghancurkan glikoprotein yang terdapat pada zonafelusida sel telur. Pada kasus teratozoospermia dengan banyak kelainan kepala sperma sudah dipastikan sel sperma akan kesulitan menembus sel telur.
    2. Bagian badan sperma atau midpiece memiliki fungsi sebagai ATP atau penyedia energi untuk aktifitas pergerakan ekor sperma. Dengan menegtahui fungsi dari badan sperma atau midpiece ini bisa disimpukan apabila mayoritas sperma yang dihasilkan memiliki morfologi sperma abnormal midpiece akan mempengaruhi pergerakan sperma dan atau mempengaruhi kelincahan sperma dalam berenang menuju sel telur dan atau memungkinkan sperma kekurangan energi saat berenang sehingga viabilitas sperma menurun dan rentan mati.
    3. Bagian ekor sperma atau tail terdapat axial filament didalam dan membran plasma yang menjaga kelenturan sperma agar dapat bergerak dengan baik. Pada bagian ekor sperma ini sangat sedikit mengandung sitoplasma dan mengandung rangka polos yaitu aksonema. Bentuk abnormal yang banyak pada bagian ekor sperma akan mempengaruhi pergerakan ekor sperma itu sendiri.


    Bentuk Morfologi Sperma Normal


    Morfologi normal pada sperma yang dievaluasi meliputi :

    • Morfologi kepala atau head haruslah berbentuk oval, bagian akrosom harus ada dan menutupi 1/3 bagian kepala sperma, ukuran panjang kepala sperma harus 3-5 mikron, lebar kepala sperma harus 1/2 atau 1/3 dari panjangnya kepala.
    • Morfologi badan atau midpiece ukuran harus kurang dari 1/2 lebar kepala, panjangnya 2x panjang kepala, dan berada pada 1 garis dengan sumbu kepala.
    • Morfologi ekor atau tail harus memiliki batas jelas dan memiliki panjang ssembilan kali dari panjang kepala sperma.

    Bentuk Morfologi Sperma Abnormal



    Beberapa istilah dalam hasil tes sperma yang dipakai untuk menggambarkan kelainan morfologi sperma adalah :

    Morfologi sperma abnormal dan normal
    Morfologi Sperma Abnormal dan Normal

    Kepala / Head Abnormal


    • Makro : Morfologi kepala sperma lebih besar 25% dari kepala sperma yang normal.
    • Mikro : Morfologi kepala sperma lebih kecil 25% dari kepala sperma normal.
    • Taper : Morfologi kepala sperma kurus menggambarkan seperti cerutu dan batas akrosom tidak jelas.
    • Amorf atau Terato : Morfologi kepala tidak jelas bentuknya batas akrosom tidak jelas dan umumnya tanpa akrosom.
    • Round : Morfologi kepala sperma seperti lingkaran dan tidak terdapat akrosom.
    • Piri : Morfologi kepala sperma menggambarkan seperti buah pir.
    • Lepto : Morfologi kepala sperma berbentuk kurus memanjang atau gepeng.
    • Double : Morfologi kepala bercabang atau memiliki kepala dua.

    Badan / Midpiece Abnormal


    • Midpiece deffect : Morfologi badan sperma dengan terdapat sisa sitoplasma pada leher.

    Ekor / Tail Abnormal

    • Sitoplasmic doplet : Morfologi ekor sperma yang masih mengandung sisa sitoplasma.
    • Tail deffect : Morfologi ekor sperma melingkar, tertekuk, tajam dan ekor putus.

    jika artikel masih ambigu , klik disini untuk bertanya kepada dokter!


    Morfologi sperma dianggap bisa membuahi tergantung dari kemana arah program hamil yang akan di ambil. Apabila langkah yang diambil adalah TRB (teknologi reproduksi berbantu) seperti bayi tabung morfologi. Normal dibawah 4% memiliki peluang kehamilan yang tinggi, untuk inseminasi buatan dengan rate kesuksesan tinggi dibutuhkan minimal 14% morfologi sperma normal sedangkan apabila langkah yang diambil adapah program hamik alami (tanpa insem/bt) agar bisa hamil sehat dan terhindar dari keguguran pada usia janin dibawah 12 minggu, BO, atau janin tidak berkembang minimal dibutuhkan 30% morfologi sperma normal. Semakin tinggi morfologi sperma normalnya sampai diatas 50% maka semakin rendah terjadinya resikio keguguran pada usia kehamilan dibawah 12 minggu atau blight ovum janin tidak berkembang.
    Dibandingkan dengan klinik lainnya di kota Jakarta ini, klinik apollo sudah mempunyai pengalaman bedah selama bertahun-tahun, setelah puluhan ribu pasien dengan validasi klinis teknologi telah menjadi generasi baru pengobatan phimosis dari standar baru.
    „ÄčApa yang dibutuhkan sebelum operasi untuk persiapan ?


    Copyright © Klinik Apollo 2016