Ciri-ciri dan gejala imppotensi

Impotensi adalah lemah syahwat atau keadaan tidak bertenaga. Sebuah masalah umum di kalangan pria yang ditandai oleh ketidak mampuan yang konsisten untuk mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual atau ketidakmampuan untuk mencapai ejakulasi, atau keduanya. Impotensi merupakan salah satu hal yang paling banyak di takuti oleh kaum pria dan bahkan kaum wanita sekalipun. Karena jika pasangan (pria) mengalami impotensi, tentu tidak dapat memuaskan istri dan membuat hubungan menjadi tidak harmonis sehingga menimbulkan rasa kecewa.Ciri-ciri impotensi dapat diketahui apabila anda sudah mengalami gejala impotensi dan memeriksakan diri ke dokter.

Sebenarnya impotensi lebih sering dialami oleh pria yang telah lanjut usia. Karena impotensi lebih banyak disebabkan oleh gangguan pada fisik. Seperti penyakit, penuaan, gangguan hormonal, dan lain lain. Namun tak jarang pria pada usia muda mengalami keluhan impotensi. Namun biasanya impotensi yang dialami dikarenakan oleh gangguan psikologis. Seperti rasa minder, cemas untuk memuaskan pasangannya, stress karena tekanan pekerjaan, dan lain sebagainya.
Banyak ciri-ciri penyakit dan penyebab impotensi pada pria, diantaranya penyebab pria impotensi adalah karena faktor usia. Selain itu, obat-obatan dan merokok juga merupakan penyebab impotensi.

 

 

struktur penyebab impotensi

faktor  penyebab Impotensi adalah Dengan mengatahui kinerja ereksi, maka seseorang bisa dengan mudah mengetahui sebab-sebab munculnya Disfungsi Ereksi ini. Ada dua Penyebab utama seseorang bisa mendapatkan ini.

Disfungsi Ereksi1.

Untuk sebab fisik ini berkaitan dengan faktor kesehatan seseorang. Adanya gangguan aliran darah menuju penis yang dialami seseorang bisa menjadi pemicu munculnya disfungsi ereksi. Gangguan aliran darah ini umumnya menjakit mereka yang mempunyai penyakit darah tinggi (hipertensi) diabetes (kencing manis), dan juga penyakit peyronie yaitu terbentuknya jaringan parut pada penis. Penyebab lain disfungsi ereksi atau impotensi adalah adanya gangguan pada syaraf. Munculnya gangguan syaraf yang memicu impotensi ini dapat disebabkan adanya cedera tulang belakang, adanya pembedahan daerah panggul, kecanduan alcohol, kerusakan syaraf yang disebabkan penyakit kelamin, dan terjadinya pembengkakan syaraf yang terjadi akibat terserang penyakit difteri. Adanya gangguan hormonal yang dapat menyebabkan disfungsi testis, sakit ginjal, liver juga kecanduan alcohol juga mampu menjadi pemicu munculnya impotensi. Satu lagi penyebab impotensi secara fisik adalah konsumsi obat-obatan. Konsumsi obat yang paling sering menjadi pencetus impotensi adalah obat-obatan antihipertensi, antidepresi, obat penenang (frankuilizer), obat yang menimbulkan efek peningkatan keluarnya air seni atau istilah medisnya diuretic, konsumsi obat maag, obat penurun berat badan, alcohol, nikotin, heroin, amfetamin, dan juga opiate. Untuk itu berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan agar impotensi tak menyerang.

Gangguan Fisik

2.
Selain gangguan dari sistem kerja fisik, impotensi juga bisa muncul karena adanya tekanan psikologis seperti stress. Tuntutan hidup yang semakin tinggi dan kerasnya persaingan dalam bisnis menjadikan seseorang rentan menderita impotensi. Perlu diketahui semakin kuat usaha seorang untuk mendapat ereksi maka semakin buruk pula hasil yang didapatkan karena tingkat ketegangan juga meningkat drastis yang menyebabkan munculnya stress. Selain stress sebab psikologis lainnya adalah depresi yang mampu menurunkan kemampuan sesual seorang pria. Kecemasan juga bisa menjadi penyebab munculnya disfungsi ereksi pada pria, tak hanya itu faktor usia, dan trauma juga menjadi bagian penyebab impotensi.

 

Prostat cancer

Ciri ciri impotensi tidak dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Ciri ciri impotensi adalah bila seorang pria kehilangan potensinya sehingga tidak bisa ereksi. Proses ereksi pada penis adalah pemompaan darah menuju rongga-rongga oenis oleh jantung. Dapat digambarkan secara sederhana seperti pompa air di rumah kita. Semakin kuat tekanan pompa air maka selang akan semakin mengeras.
Jika dilihat dari unsur tersebut, secara teknis yang diperlukan hingga terjadi ereksi yang kuat adalah jantung yang kuat dan saluran darah ke penis yang lancar. Darah yang bagus, artinya tidak ada penyakit gula darah (diabetes mellitus) dan selang atau saluran yang bagus. Jika ketiga unsur ini dipenuhi maka ereksi secara teknis akan bagus. Sebaliknya, jika tidak terpenuhi maka akan terlihat Ciri Ciri Terkena Penyakit Impoten yang terdeteksi pada seorang kaum pria.
Selanjutnya, dokter akan menggali riwayat kehidupan seksual si penderita, baik tentang kehidupan seks, penyakit yang pernah diderita, maupun psikoseksual. Pada penderita akan ditanyakan hal-hal di bawah ini:
• Gangguan ereksi dan gangguan dorongan seksual.
• Ejakulasi, orgasme, dan neyri kelamin.
• Fungsi seksual pasangan.
• Faktor gaya hidup, seperti merokok, alkohol yang berlebihan, dan penyalahgunaan narkotika.
• Penyakit kronis.
• Riwayat trauma (cedera) dan operasi di daerah pelvis, perinum, maupun penis.
• Radioterapi daerah penis.
• Penggunaan obat-obatan.
• Penyakit saraf dan penyakit hormonal.
• Penyakit psikiatrik dan status psikologik.

Impotensi adalah lemah syahwat atau keadaan tidak bertenaga. Sebuah masalah umum di kalangan pria yang ditandai oleh ketidak mampuan yang konsisten untuk mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual atau ketidakmampuan untuk mencapai ejakulasi, atau keduanya. Impotensi merupakan salah satu hal yang paling banyak di takuti oleh kaum.